BIREUEN, (PR).-
Menutup rangkaian pertandingan Tur Sumatra pada Liga Indonesia XIII/2007, Persib bertekad meraih kemenangan. Tur Sumatra terakhir Persib, di Stadion Cot Gapu Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis (30/8) melawan tuan rumah PSSB.
Setelah pertandingan di Bireuen, lima partai tandang Persib digelar di Pulau Jawa. ”Jika ingin ke puncak klasemen, Persib membutuhkan kemenangan. Besok (hari ini-red.), akan menyelesaikan tandang terakir melelahkan di Sumatra,” ujar pelatih Persib Arcan Iurie Anatolievici kepada wartawan Pikiran Rakyat Irfan Suryadireja dan M. Gelora Sapta di Bireuen NAD, Rabu (29/8).
Secara mental, Eka Ramdani dkk. sedang berada di atas angin untuk merebut kembali puncak klasemen. Mereka memiliki motivasi tinggi setelah berhasil mengalahkan PSMS 2-1 di Medan. Di lain pihak, mental pemain PSSB sedang dalam tekanan karena pada pertandingan terakhir ditahan imbang PSS Sleman 2-2. Apalagi, pada putaran kedua ini mereka sudah kalah dua kali di kandang, yakni dari PSMS dan Persik Kediri.
Kendati demikian, dalam situasi seperti ini, Iurie justru memendam perasaan khawatir. Menurut dia, dalam posisi merasa sudah di atas angin, pemain menjadi mudah lupa diri sehingga yang muncul adalah rasa percaya diri berlebihan.
”Dalam latihan tadi, saya ingatkan pemain untuk melupakan kemenangan di Medan. Sekarang harus mulai lagi dari bawah, seperti tim yang harus bangkit untuk menang. Bukan merasa tim paling atas,” ujar Iurie.
Iurie memang pantas memerhatikan segi psikologis pemain karena tidak tertutup kemungkinan Eka Ramdani dkk. menganggap remeh PSSB. Pada pertemuan putaran pertama di Bandung, meski akhirnya menang 3-1 atas PSSB, Persib sempat lengah setelah membuat gol cepat pada menit-menit pertama, sehingga PSSB bisa tampil dengan permainan cepat yang merepotkan pertahanan Persib.
”PSSB memang di papan bawah, tetapi bukan berarti mereka bisa dikalahkan dengan mudah. Mereka juga pasti memiliki motivasi ingin mengalahkan klub besar. Mereka pasti tidak mau malu, kalah di sini,” ujarnya.
Pada latihan di Stadion Cot Gapu kemarin pagi, Iurie mengasah ketajaman naluri mencetak gol penyerang Redouane Barkaoui dan Christian Bekamenga. Mereka berlatih terpisah dari kelompok besar. Mereka harus memanfaatkan bola umpan dari sayap yang ditendang Gilang Angga dari kanan dan Leo Chitescu dari sayap kiri. Bola umpan sayap ini tidak boleh dikontrol dulu oleh Barkaoui dan Bekamenga. Mereka harus langsung menendang ke gawang.
Libero Patricio Jimenez diberi kesempatan berlatih menyelesaikan tendangan voli, umpan tendangan bebas dari sayap kanan. Dalam latihan itu, Patricio lari dari lapangan tengah dan diberi umpan lambung dari sayap kanan ke area tengah garis 16 meter.
Kelompok pemain belakang, seperti Nova Arianto, Bayusutha, Edi Hafid, Sandi Pribadi, berlatih khusus dengan asisten pelatih Robby Darwis. Robby menekankan pada posisi penjagaan pemain. Pemain selama ini dinilai sering salah menempatkan posisi saat menjaga lawan.
Merendah
Pelatih PSSB, Halilintar Gunawan bersikap merendah. Persib dinilai klub paling berkualitas di kompetisi tahun ini. Persib memiliki materi pemain dengan kualitas bagus di setiap lini.
”PSSB masih jauh dengan Persib. Banyak hal, mulai dari kesejahteraan pemain, kualitas, bahkan di Bireuen ini baru ada satu traffic light. Di Bandung banyak lampu stopannya. Situasi itu sudah bisa menggambarkan mana tim besar dan mana tim biasa saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, semua pemain Persib harus diwaspadai karena mereka cukup berbahaya. Pencetak gol Persib bukan hanya pemain penyerangnya, tetapi juga pemain tengah dan belakang. Ia menjelaskan, kehadiran Robby Darwis sebagai asisten ikut memengaruhi kesolidan lini pertahanan Persib.
”Ia punya segudang pengalaman sebagai pemain belakang. Saya dulu melatihnya di Tempo Utama (Galatama) dan PSSI Garuda. Saya dekat sama dia. Sedikit bicara, tapi banyak kerja di lapangan. Dulu dia pulang ke Bandung selalu minta ongkos sama saya,” ujarnya sambil tertawa.***
sumber: pr