Rabu, 05 September 2007

Persib ke Puncak Klasemen

BANDUNG, (PR).-
Persib meraih sukses pada dua partai tandang di Sumatera untuk kembali mengambil alih puncak klasemen sementara Grup 1 Liga Indonesia 2007 dari tangan Sriwijaya FC.

Setelah PSMS Medan, giliran tuan rumah PSSB Bireun menjadi korban “Maung Bandung” berikutnya. Anak-anak asuhan Pelatih Arcan Iurie unggul 2-1 (1-0), pada pertandingan di Stadion Cot Gapu Bireun Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (30/8). Hasil itu membuat Persib bisa mengantongi nilai 44, atau unggul satu angka atas PSMS.

Wartawan Pikiran Rakyat Irfan Suryadireja dan M. Gelora Sapta melaporkan, dua kemenangan berturut-turut pada partai tandang tersebut adalah yang pertama bagi Persib musim ini. Hasil itu sekaligus mengobati kekecewaan mereka pada dua kali partai kandang yang hanya menyodok satu poin, setelah kekalahan yang menyakitkan dari PSIS Semarang dan ditahan imbang Persela Lamongan.

Keberhasilan di Sumatera, telah ”menyegarkan” Iurie yang kembali bisa tersenyum setelah mengalami stres berat sebelum tur berlangsung. Leo Chitescu yang direkomendasikannya masuk ke dalam tim dan terus mendapat kritik sejak kedatangannya, berhasil mencetak gol pertamanya bagi Persib pada menit ke-68 sekaligus menjadi penentu kemenangan “Maung Bandung”. Gol itu bisa mengobati hati Iurie yang sempat dihinggapi perasaan berdosa setelah melepas Nyeck Nyobe ke Persela.

Lorenzo Cabanas bisa membungkam 7000 pendukung tuan rumah lewat golnya yang memanfatkan bola rebound saat pertandingan baru berjalan sekitar delapan menit. Tuan rumah bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-69 melalui gol sundulan Diego Mendieta.

Seusai pertandingan Iurie yang tampak sumringah, mengaku puas dengan keberhasilan anak-anak asuhannya. Menurut dia, kemenangan itu tentu bisa mengobati kekecewaan bobotoh dan sekaligus mengganti poin pada dua partai kandang lalu.

Iurie mengakui, penampilan para pemainnya memang tidak terlalu maksimal. Faktor cuaca dan kelelahan perjalanan sangat menguras fisik para pemain. Suwita Pata dkk. bisa menjaga tempo permainan mereka di lapangan.

“Dalam cuaca seperti ini stamina anak-anak cepat menurun. Mereka tidak bisa bermain cepat karena harus mengatur tempo agar tidak kewalahan. Apalagi dengan waktu tempuh perjalanan yang lama, namun mereka bisa tetap tampil bagus,” kata Iurie.

Kendati begitu, pelatih asal Moldova itu tetap mengkritik para pemainnya yang terlampau cepat puas setelah unggul 2-0, sehingga lawan bisa membalasnya dengan cepat. Menurut dia, seharusnya gol itu tidak perlu terjadi jika pemain kembali siap dan berkonsentrasi.

“Mereka menganggap unggul 2-0 sudah selesai sehingga tidak siap. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua karena hal ini bukan yang pertama terjadi. Pada saat melawan Persitara, setelah Cecep bisa menahan penalti, anak-anak terlalu semangat merayakan itu sehingga konsentrasi pertahanan menjadi buyar dan Persitara bisa mencetak gol,” ungkap Iurie.

Sementara itu, Pelatih PSSB, Halilintar Gunawan mengakui, kualitas permainan Persib lebih bagus dibanding timnya. Kendati kalah, ia tidak kecewa karena pemainnya telah menunjukkan penampilan maksimal melawan tim tangguh sekelas Persib.

“Mungkin yang menjadi catatan kami saat Patricio (Jimenez) mengalami pendarahan di wajah, wasit tidak menyuruhnya keluar dulu. Jika itu terjadi sebenarnya kami memiliki kesempatan pada 15 menit terakhir,” kata Halilintar.

Unggul kualitas

Harus diakui, Persib unggul segala-galanya atas PSSB yang kini berada di peringkat 17 klasemen. Sejak menit pertama, Persib menunjukkan dominasinya dengan menguasai zona sentral yaitu lini tengah, walaupun faktor kelelahan masih nampak berpengaruh pada permainan mereka. Eka Ramdani sukses memainkan perannya menyuplai bola ke depan.

Baru delapan menit, Cristian Bekamenga bisa mengecoh tiga pemain belakang dan melepaskan tembakan keras ke gawang. Kendati bola bisa diblok kiper Firmansyah, namun bola mengarah kepada Cabanas yang dengan cepat melepaskan tembakan untuk merobek gawang PSSB.

Bekamenga kembali berpeluang mencetak gol pada menit ke-23. Pemain Kamerun itu mendapat umpan matang dari Cabanas, namun tendangan voli kerasnya masih bisa ditahan kiper Firmansyah. Persib terus melakukan gempuran, namun tidak mampu menambah golnya.

Seusai turun minum, lini belakang Persib mulai kehilangan konsentrasi. Mereka mulai melakukan kesalahan-kesalahan. Baru berjalan satu menit, sundulan Roberto nyaris mengoyak gawang Persib, beruntung Tema Mursadad masih sigap menepisnya.

Persib bisa menambah keunggulan menit ke-68. Berawal pergerakan Eka, pemain timnas itu melepaskan umpan ke jantung pertahanan lawan. Bekamenga gagal menerima umpan itu, dan bola mengarah kepada Leo yang datang dari belakang di sayap kiri dan melepaskan tembakan voli dan gagal ditahan Firmansyah. Persib terlalu terbius merayakan gol tersebut. Akibatnya, hanya berselang 40 detik, tuan rumah bisa membalasnya melalui sundulan Mendieta.

PSSB terus berusaha menekan Persib yang mulai kelelahan. Pada menit ke-71, Tema harus digantikan Cecep Supriatna karena cedera. Selain itu, konsentrasi Jimenez juga sedikit terganggu setelah pelipis kirinya sobek akibat tersikut Roberto. Pemain asal Cile itu tetap tampil agresif kendati darah terus menetes di wajahnya. Sampai pertandingan berakhir, tuan rumah gagal menyamakan kedudukan.***

sumber : pikiran-rakyat

Partai “Munggahan”

DERBY Jabar antara Persib Bandung melawan Persikabo Kab. Bogor, di Stadion Siliwangi, Rabu (5/9), tentu akan menarik perhatian. Pertemuan itu bukan hanya membicarakan soal gengsi, tapi pemain kedua belah pihak mengejar target bonus kemenangan untuk munggahan. Laga tersebut merupakan yang terakhir sebelum kompetisi istirahat bulan Puasa dan Idulfitri.

Oleh karena itu, siapa yang bisa menang pada laga tersebut, akan membawa kesan mendalam. Bukan hanya soal kedamaian hati menikmati kemenangan di masa libur panjang, tapi bonus pun akan mengalir deras. Dalam hitungan kertas, banyak kalangan menjagokan Persib bakal menang mudah. Pertimbangannya, pada putaran pertama lalu di Stadion Persikabo Cibinong Bogor, Persikabo justru takluk 1-2 di hadapan pendukungnya sendiri.

Persib juga, yang pada putaran pertama begitu garang di Stadion Siliwangi dengan meraih banyak kemenangan, keadaannya berbalik pada putaran kedua ini. Dari tiga kali main kandang, Persib justru hanya baru meraup dua biji kemenangan hasil dua kali seri tanpa gol dan sekali kalah.

Stadion Siliwangi pun seakan tidak bersahabat lagi bagi Persib. Kedua gawang di sana ternyata masih perawan ting-ting. Belum ada satu pun pemain Persib di putaran kedua ini, yang bisa membuat gol. Persib malah bisa meraih poin tambahan di laga tandang melawan PSMS dan PSSB. “Sekarang saatnya Persib harus menang di kandang,” ujar Eka Ramdani, penuh semangat.

Namun, untuk meraih kemenangan bukan pekerjaan mudah. Apalagi, permainan Persikabo sedang naik. Di kandang sendiri, pasukan Suimin Diharja bisa melibas klub papan atas Sriwijaya FC 3-0. Sebelum bertolak ke Bandung, mereka bisa menahan seri 1-1 PSS di Sleman.

“Kami butuh tambahan poin untuk mempermudah masuk zona Liga Super. Selain itu, jika menang, kami akan dapat bonus untuk membeli daging menjelang munggah,” ujar Suimin, dengan mimik wajah serius.

Tren positif Persikabo itu, diakui asisten pelatih Djadjang Nurdjaman. Menurut dia, kekuatan Persikabo sekarang berbeda dengan putaran pertama lalu. Apalagi sore ini, Suimin bisa menurunkan sekaligus lima pemain asingnya, sedangkan dari Persib tinggal dua pemain saja, yakni Patricio Jimenez dan Redouane Barkaoui.

“Mereka harus diwaspadai. Tapi, saya tetap percaya pemain lokal Persib bisa memberikan perlawanan sekaligus membawa kemenangan, sekaligus mengejar bonus untuk munggahan,” ujarnya.

Melihat dari tekad mereka, siapa yang layak munggahan dengan berbekal bonus kemenangan? (Irfan Suryadireja/”PR”)

sumber : pikiran-rakyat

Kamis, 30 Agustus 2007

Mari Bung Rebut Kembali Puncak Klasemen!

BIREUEN, (PR).-
Menutup rangkaian pertandingan Tur Sumatra pada Liga Indonesia XIII/2007, Persib bertekad meraih kemenangan. Tur Sumatra terakhir Persib, di Stadion Cot Gapu Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis (30/8) melawan tuan rumah PSSB.

Setelah pertandingan di Bireuen, lima partai tandang Persib digelar di Pulau Jawa. ”Jika ingin ke puncak klasemen, Persib membutuhkan kemenangan. Besok (hari ini-red.), akan menyelesaikan tandang terakir melelahkan di Sumatra,” ujar pelatih Persib Arcan Iurie Anatolievici kepada wartawan Pikiran Rakyat Irfan Suryadireja dan M. Gelora Sapta di Bireuen NAD, Rabu (29/8).

Secara mental, Eka Ramdani dkk. sedang berada di atas angin untuk merebut kembali puncak klasemen. Mereka memiliki motivasi tinggi setelah berhasil mengalahkan PSMS 2-1 di Medan. Di lain pihak, mental pemain PSSB sedang dalam tekanan karena pada pertandingan terakhir ditahan imbang PSS Sleman 2-2. Apalagi, pada putaran kedua ini mereka sudah kalah dua kali di kandang, yakni dari PSMS dan Persik Kediri.

Kendati demikian, dalam situasi seperti ini, Iurie justru memendam perasaan khawatir. Menurut dia, dalam posisi merasa sudah di atas angin, pemain menjadi mudah lupa diri sehingga yang muncul adalah rasa percaya diri berlebihan.

”Dalam latihan tadi, saya ingatkan pemain untuk melupakan kemenangan di Medan. Sekarang harus mulai lagi dari bawah, seperti tim yang harus bangkit untuk menang. Bukan merasa tim paling atas,” ujar Iurie.

Iurie memang pantas memerhatikan segi psikologis pemain karena tidak tertutup kemungkinan Eka Ramdani dkk. menganggap remeh PSSB. Pada pertemuan putaran pertama di Bandung, meski akhirnya menang 3-1 atas PSSB, Persib sempat lengah setelah membuat gol cepat pada menit-menit pertama, sehingga PSSB bisa tampil dengan permainan cepat yang merepotkan pertahanan Persib.

”PSSB memang di papan bawah, tetapi bukan berarti mereka bisa dikalahkan dengan mudah. Mereka juga pasti memiliki motivasi ingin mengalahkan klub besar. Mereka pasti tidak mau malu, kalah di sini,” ujarnya.

Pada latihan di Stadion Cot Gapu kemarin pagi, Iurie mengasah ketajaman naluri mencetak gol penyerang Redouane Barkaoui dan Christian Bekamenga. Mereka berlatih terpisah dari kelompok besar. Mereka harus memanfaatkan bola umpan dari sayap yang ditendang Gilang Angga dari kanan dan Leo Chitescu dari sayap kiri. Bola umpan sayap ini tidak boleh dikontrol dulu oleh Barkaoui dan Bekamenga. Mereka harus langsung menendang ke gawang.

Libero Patricio Jimenez diberi kesempatan berlatih menyelesaikan tendangan voli, umpan tendangan bebas dari sayap kanan. Dalam latihan itu, Patricio lari dari lapangan tengah dan diberi umpan lambung dari sayap kanan ke area tengah garis 16 meter.

Kelompok pemain belakang, seperti Nova Arianto, Bayusutha, Edi Hafid, Sandi Pribadi, berlatih khusus dengan asisten pelatih Robby Darwis. Robby menekankan pada posisi penjagaan pemain. Pemain selama ini dinilai sering salah menempatkan posisi saat menjaga lawan.

Merendah

Pelatih PSSB, Halilintar Gunawan bersikap merendah. Persib dinilai klub paling berkualitas di kompetisi tahun ini. Persib memiliki materi pemain dengan kualitas bagus di setiap lini.

”PSSB masih jauh dengan Persib. Banyak hal, mulai dari kesejahteraan pemain, kualitas, bahkan di Bireuen ini baru ada satu traffic light. Di Bandung banyak lampu stopannya. Situasi itu sudah bisa menggambarkan mana tim besar dan mana tim biasa saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semua pemain Persib harus diwaspadai karena mereka cukup berbahaya. Pencetak gol Persib bukan hanya pemain penyerangnya, tetapi juga pemain tengah dan belakang. Ia menjelaskan, kehadiran Robby Darwis sebagai asisten ikut memengaruhi kesolidan lini pertahanan Persib.

”Ia punya segudang pengalaman sebagai pemain belakang. Saya dulu melatihnya di Tempo Utama (Galatama) dan PSSI Garuda. Saya dekat sama dia. Sedikit bicara, tapi banyak kerja di lapangan. Dulu dia pulang ke Bandung selalu minta ongkos sama saya,” ujarnya sambil tertawa.***

sumber: pr