BANDUNG, (PR).-
Persib meraih sukses pada dua partai tandang di Sumatera untuk kembali mengambil alih puncak klasemen sementara Grup 1 Liga Indonesia 2007 dari tangan Sriwijaya FC.
Setelah PSMS Medan, giliran tuan rumah PSSB Bireun menjadi korban “Maung Bandung” berikutnya. Anak-anak asuhan Pelatih Arcan Iurie unggul 2-1 (1-0), pada pertandingan di Stadion Cot Gapu Bireun Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (30/8). Hasil itu membuat Persib bisa mengantongi nilai 44, atau unggul satu angka atas PSMS.
Wartawan Pikiran Rakyat Irfan Suryadireja dan M. Gelora Sapta melaporkan, dua kemenangan berturut-turut pada partai tandang tersebut adalah yang pertama bagi Persib musim ini. Hasil itu sekaligus mengobati kekecewaan mereka pada dua kali partai kandang yang hanya menyodok satu poin, setelah kekalahan yang menyakitkan dari PSIS Semarang dan ditahan imbang Persela Lamongan.
Keberhasilan di Sumatera, telah ”menyegarkan” Iurie yang kembali bisa tersenyum setelah mengalami stres berat sebelum tur berlangsung. Leo Chitescu yang direkomendasikannya masuk ke dalam tim dan terus mendapat kritik sejak kedatangannya, berhasil mencetak gol pertamanya bagi Persib pada menit ke-68 sekaligus menjadi penentu kemenangan “Maung Bandung”. Gol itu bisa mengobati hati Iurie yang sempat dihinggapi perasaan berdosa setelah melepas Nyeck Nyobe ke Persela.
Lorenzo Cabanas bisa membungkam 7000 pendukung tuan rumah lewat golnya yang memanfatkan bola rebound saat pertandingan baru berjalan sekitar delapan menit. Tuan rumah bisa memperkecil kedudukan pada menit ke-69 melalui gol sundulan Diego Mendieta.
Seusai pertandingan Iurie yang tampak sumringah, mengaku puas dengan keberhasilan anak-anak asuhannya. Menurut dia, kemenangan itu tentu bisa mengobati kekecewaan bobotoh dan sekaligus mengganti poin pada dua partai kandang lalu.
Iurie mengakui, penampilan para pemainnya memang tidak terlalu maksimal. Faktor cuaca dan kelelahan perjalanan sangat menguras fisik para pemain. Suwita Pata dkk. bisa menjaga tempo permainan mereka di lapangan.
“Dalam cuaca seperti ini stamina anak-anak cepat menurun. Mereka tidak bisa bermain cepat karena harus mengatur tempo agar tidak kewalahan. Apalagi dengan waktu tempuh perjalanan yang lama, namun mereka bisa tetap tampil bagus,” kata Iurie.
Kendati begitu, pelatih asal Moldova itu tetap mengkritik para pemainnya yang terlampau cepat puas setelah unggul 2-0, sehingga lawan bisa membalasnya dengan cepat. Menurut dia, seharusnya gol itu tidak perlu terjadi jika pemain kembali siap dan berkonsentrasi.
“Mereka menganggap unggul 2-0 sudah selesai sehingga tidak siap. Ini harus menjadi pelajaran bagi semua karena hal ini bukan yang pertama terjadi. Pada saat melawan Persitara, setelah Cecep bisa menahan penalti, anak-anak terlalu semangat merayakan itu sehingga konsentrasi pertahanan menjadi buyar dan Persitara bisa mencetak gol,” ungkap Iurie.
Sementara itu, Pelatih PSSB, Halilintar Gunawan mengakui, kualitas permainan Persib lebih bagus dibanding timnya. Kendati kalah, ia tidak kecewa karena pemainnya telah menunjukkan penampilan maksimal melawan tim tangguh sekelas Persib.
“Mungkin yang menjadi catatan kami saat Patricio (Jimenez) mengalami pendarahan di wajah, wasit tidak menyuruhnya keluar dulu. Jika itu terjadi sebenarnya kami memiliki kesempatan pada 15 menit terakhir,” kata Halilintar.
Unggul kualitas
Harus diakui, Persib unggul segala-galanya atas PSSB yang kini berada di peringkat 17 klasemen. Sejak menit pertama, Persib menunjukkan dominasinya dengan menguasai zona sentral yaitu lini tengah, walaupun faktor kelelahan masih nampak berpengaruh pada permainan mereka. Eka Ramdani sukses memainkan perannya menyuplai bola ke depan.
Baru delapan menit, Cristian Bekamenga bisa mengecoh tiga pemain belakang dan melepaskan tembakan keras ke gawang. Kendati bola bisa diblok kiper Firmansyah, namun bola mengarah kepada Cabanas yang dengan cepat melepaskan tembakan untuk merobek gawang PSSB.
Bekamenga kembali berpeluang mencetak gol pada menit ke-23. Pemain Kamerun itu mendapat umpan matang dari Cabanas, namun tendangan voli kerasnya masih bisa ditahan kiper Firmansyah. Persib terus melakukan gempuran, namun tidak mampu menambah golnya.
Seusai turun minum, lini belakang Persib mulai kehilangan konsentrasi. Mereka mulai melakukan kesalahan-kesalahan. Baru berjalan satu menit, sundulan Roberto nyaris mengoyak gawang Persib, beruntung Tema Mursadad masih sigap menepisnya.
Persib bisa menambah keunggulan menit ke-68. Berawal pergerakan Eka, pemain timnas itu melepaskan umpan ke jantung pertahanan lawan. Bekamenga gagal menerima umpan itu, dan bola mengarah kepada Leo yang datang dari belakang di sayap kiri dan melepaskan tembakan voli dan gagal ditahan Firmansyah. Persib terlalu terbius merayakan gol tersebut. Akibatnya, hanya berselang 40 detik, tuan rumah bisa membalasnya melalui sundulan Mendieta.
PSSB terus berusaha menekan Persib yang mulai kelelahan. Pada menit ke-71, Tema harus digantikan Cecep Supriatna karena cedera. Selain itu, konsentrasi Jimenez juga sedikit terganggu setelah pelipis kirinya sobek akibat tersikut Roberto. Pemain asal Cile itu tetap tampil agresif kendati darah terus menetes di wajahnya. Sampai pertandingan berakhir, tuan rumah gagal menyamakan kedudukan.***
sumber : pikiran-rakyat