KRITIKAN yang mengatakan tumpul masih belum sepenuhnya lepas dari lini depan Persib. Walaupun Persib pernah memetik kemenangan besar atas lawan-lawan pertandingan uji coba sebelumnya, tak lantas membuat bobotoh puas. Level tim lawan yang lebih rendah dinilai sebagai salah satu penyebab kemenangan besar itu.
Namun, gol Hilton Moreira pada laga persabahatan penting melawan klub paling fenomenal sepanjang 2007 Sriwijaya FC tampaknya mulai meredam lontaran kritikan pedas itu. Sebuah asa akan masa depan Persib di bawah formasi lini depan baru mulai terbit seiring dengan kemenangan tersebut.
Laga uji coba antara Persib dan Sriwijaya FC pada perayaan HUT ke-62 Kodam III/Siliwangi di Stadion Siliwangi, Bandung, Selasa (3/6) bisa jadi merupakan ajang pembuktian Moreira sebagai ujung tombak "Pangeran Biru". Sejak bergabung dengan skuad Persib, aksi pemain asal Brasil ini sudah ditunggu bobotoh. Gol semata wayang yang mengantarkan Persib menang atas "the double winner" Sriwijaya FC menjadi jawaban.
Meskipun hanya satu gol yang berhasil disarangkan ke gawang Ferry Rotinsulu melalui sundulan kepalanya, beberapa peluang sempat ia ciptakan. Sayang, peluang itu belum bisa dituntaskan untuk menggetarkan jala gawang lawan.
Agresifitas pemain bernomor punggung sepuluh itu sudah tampak sejak awal pertandingan. Puncaknya, pada menit ke-42, ketika tendangan sudut yang dilepaskan Eka Ramdani disundul ke arah gawang. Hasilnya, satu gol tercipta untuk Persib. Gol kemenangan.
Beberapa kali umpan yang diberikan padanya memang tidak tertangkap sempurna, tampaknya komunikasi di lapangan belum berjalan mulus. "Di lapangan masih kurang komunikasi, tapi masih ada waktu untuk memperbaiki dan melatihnya lagi," kata Hilton saat ditemui di ruang ganti Stadion Siliwangi usai pertandingan.
Menurut dia, komunikasi tersebut bertujuan untuk menyelaraskan karakter pemain di lapangan. "Saya suka bola panjang, tetapi ada yang suka bola pendek, bola di kaki, yang seperti itu masih kita pelajari. Masalah itu nanti bisa dibicarakan lagi dengan pelatih," tutur pemain kelahiran 27 Februari 1981 di Taubate, Brasil.
Laga uji coba melawan Sriwijaya kemarin bisa jadi menjadi ajang perdana Hilton untuk memamerkan kemampuannya. Setidaknya dua kali ia menunjukkan kemahirannya mengocak bola di depan pemain belakang Sriwijaya. Aksinya disambut tepuk tangan meriah dari ribuan bobotoh yang memenuhi Stadion Siliwangi.
Kemenangan atas Sriwijaya tidak lantas membuat Hilton puas. Ia menilai, Persib harus memperbanyak taktik untuk membangun serangan. "Kita harus banyak main tak-tik. Kita bisa melatihnya, sekarang banyak pemain-pemain bagus," kata pemain yang sempat merumput di Deltras Sidoarjo di bawah asuhan pelatih Jaya Hartono.
Diakui Hilton, selain wartawannya yang lebih agresif, suasana pertandingan di Stadion Siliwangi juga memiliki iklim yang sangat khas. Dukungan sekaligus tekanan luar biasa diberikan ribuan bobotoh fanatik yang memadati stadion. Suasana itulah yang belum pernah ia rasakan pada klub-klub sebelumnya.
Totalitas penampilan Hilton pada pertandingan tersebut diakui sang pelatih, Jaya Hartono. Jaya menilai, HIlton yang sudah malang melintang di Liga Indonesia sejak 2005 itu merupakan man of the match sore itu. Namun, Jaya juga tidak mengesampingkan peran pemain lain yang menyokong pergerakan Hilton.
Meski baru pertandingan uji coba, gol tunggal Hilton setidaknya memberikan angin segar untuk bisa kembali merengkuh gelar juara. Pengalamannya merumput di Italia, Jerman dan tanah kelahirannya, setidaknya menjadi bekal baginya untuk mendulang kemenangan bersama Persib di Liga Super Indonesia (LSI) 2008. Bagaimana ketajaman Moreira pada LSI 2008? Sebulan lagi akan terjawab. (Rika Rachmawati/"PR"/ Catur Ratna Wulandari)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar